Jumat, 13 Desember 2013

White Coffee

Pagi hari jam delapan.

Perlahan aku membuka mataku dan segera mengangkat badanku untuk duduk. Kulihat kaca yang ada didepanku. Seperti biasa rambutku sangat berantakan dan mataku menyipit seperti sedang mencari sesuatu.

Ya....aku tidak pernah lupa dengan nama minuman itu.

White Coffee.

Kopi dengan kandungan asam yang rendah, memiliki tekstur rasa yang tidak terlalu berat, membuat minuman ini tidak pernah lepas dari kehidupan sehari-hari saya.

Tiap pagi aku selalu mencarinya di dapur. Kenapa mencari di situ? Karena terkadang mamaku selalu menaruh banyak bungkus White Coffee di bawah meja dapur.
Tapi, baru hari ini aku sama sekali tidak menemukannya. Kemana perginya White Coffee tersebut? Tanpa segan aku bertanya langsung kepada mamaku.

"Ma, White Coffee nya disimpan di mana? Aku tidak menemukannya dimanapun."
Raut wajah mama sepintas berubah. Kemudian setelah berpikir selama kira-kira semenit, akhirnya mama menjawab.
"White Coffee-nya ada di lemari kamar. Ambil satu aja ya, jangan kebanyakan minum itu entar sakit perut lagi lho!"

Mama tahu aja tentang sakit perutku. Oke, tanpa basa-basi aku langsung membuatnya. Berbeda dengan kebiasaan orang lain yang minum kopi pagi dalam keadaan hangat, aku malah menyajikannya dalam keadaan dingin. Dengan seperempat air biasa, kuaduk serbuk kopinya keras-keras kemudian tambahkan air lagi serta es batu. Jadilah White Coffee yang segar untuk pagi hari.

Selamat minum kopi pagi semuanya!!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar